Bangun Jaringan Baru
Untuk kantor, ruko, gedung atau lokasi baru yang membutuhkan rancangan jaringan dari awal.
Instalasi jaringan untuk kantor, perusahaan, sekolah, kampus, klinik, ruko, retail, cafe dan tempat usaha di Depok. Mulai dari LAN, structured cabling, access point, router, switch, MikroTik hingga backbone antar lantai atau antar gedung sesuai kebutuhan project.

Kondisi setiap lokasi berbeda. Tentukan kebutuhan yang paling mendekati project Anda sebelum menentukan perangkat, jalur kabel atau konfigurasi jaringan.
Untuk kantor, ruko, gedung atau lokasi baru yang membutuhkan rancangan jaringan dari awal.
Penambahan jalur jaringan untuk komputer, printer, access point, CCTV atau perangkat IP.
Untuk area dengan blank spot, sinyal lemah atau koneksi tidak stabil di beberapa ruangan.
Pengecekan jalur internet, router, perangkat jaringan dan kondisi koneksi sebelum menentukan tindakan.
Mapping ulang titik, jalur kabel, rack, access point dan perangkat saat kantor berpindah atau direnovasi.
Untuk jaringan lama yang perlu ditambah kapasitas, diperbarui perangkatnya atau dirapikan topologinya.
Perapihan patch cord, switch, router, labeling dan jalur kabel agar lebih mudah dikelola.
Untuk kebutuhan koneksi multi-ISP dengan rancangan load balancing atau failover sesuai topology.
Gangguan dapat berasal dari kabel, konfigurasi IP, router, switch, access point, kapasitas user atau struktur jaringan existing. Diagnosis dilakukan sebelum menentukan tindakan.
Koneksi yang tidak stabil dapat berkaitan dengan perangkat jaringan, konfigurasi, jalur kabel, access point maupun koneksi dari ISP.
Kabel, konektor, patch panel, switch port dan konfigurasi IP perlu diperiksa untuk menemukan titik gangguan.
Posisi access point, layout bangunan, dinding, channel dan jumlah pengguna dapat memengaruhi area jangkauan WiFi.
Penggunaan bandwidth yang tidak terkontrol dapat membuat sebagian user atau aplikasi menggunakan kapasitas jaringan secara berlebihan.
Pengaturan DHCP, static IP atau perangkat dengan konfigurasi yang sama dapat menyebabkan konflik alamat pada jaringan.
Jumlah port, kapasitas switch dan kebutuhan ekspansi perlu diperhitungkan ketika perangkat jaringan terus bertambah.
Backbone, jenis kabel, perangkat aktif dan desain topologi dapat memengaruhi komunikasi antar lantai atau area.
Jalur tanpa labeling dan dokumentasi membuat troubleshooting, maintenance serta pengembangan jaringan lebih sulit.
Satu access point belum tentu cukup untuk banyak pengguna sehingga kapasitas dan distribusi AP perlu diperiksa.
Patch cord, switch, router dan perangkat yang tidak tertata dapat menyulitkan identifikasi saat terjadi masalah.
Jangan langsung mengganti perangkat. Identifikasi dulu sumber masalah, topology existing dan kondisi jalur sebelum menentukan solusi.
Kirim kondisi jaringan, jumlah user, lokasi dan gejala yang terjadi. Scope pengecekan dapat ditentukan dari informasi awal tersebut.
Desain jaringan kantor, sekolah, klinik, cafe, retail dan tempat usaha tidak selalu sama. Jumlah user, jenis perangkat, layout, jumlah area dan pola penggunaan perlu dipetakan terlebih dahulu.
Infrastruktur jaringan untuk staff, meeting room, printer, server, WiFi, CCTV dan perangkat operasional kantor di Depok.
Jaringan untuk banyak user, divisi, perangkat, server dan kebutuhan segmentasi yang lebih terstruktur.
Jaringan untuk komputer admin, kasir, printer, CCTV, WiFi dan koneksi perangkat operasional ruko atau tempat usaha.
LAN dan WiFi untuk administrasi, guru, laboratorium, ruang belajar, server dan kebutuhan akses pengguna.
Jaringan untuk front desk, administrasi, workstation, printer, WiFi, CCTV dan perangkat operasional klinik.
Koneksi untuk POS, printer, back office, CCTV, WiFi dan perangkat transaksi pada toko atau retail.
Koneksi untuk POS, back office, WiFi pelanggan, CCTV, printer dan internet gateway.
Jaringan untuk banyak pengguna, access point, guest WiFi, meeting area dan kebutuhan bandwidth yang dinamis.
LAN dan WiFi untuk ruang administrasi, kelas, trainer, peserta dan perangkat presentasi.
Jaringan untuk kantor jasa, konsultan, studio dan ruang pelayanan dengan kebutuhan LAN, WiFi, printer serta perangkat IP.
Infrastruktur kantor dapat menghubungkan user, printer, server, NAS, access point, CCTV dan perangkat lain ke topology yang lebih mudah dikembangkan.
LAN dan WiFi untuk workstation, laptop dan perangkat kerja staf.
Koneksi untuk meeting, presentation device dan kebutuhan kolaborasi.
Koneksi wired untuk server, NAS atau perangkat penyimpanan jaringan.
Jaringan untuk workstation, printer, telepon IP atau perangkat pelayanan.
Akses WiFi tamu yang dapat dipisahkan dari jaringan internal bila diperlukan.
Koneksi untuk perangkat IP lain seperti CCTV atau access control.
Contoh kantor dengan jumlah user terbatas dan topology sederhana.
Contoh kebutuhan multi-room dengan beberapa switch atau access point.
Contoh kantor beberapa lantai dengan distribusi backbone dan rack per area.
Administrasi, ruang guru, laboratorium, ruang kelas, staff WiFi, student WiFi, server, CCTV dan backbone dapat dipetakan menjadi topology yang lebih mudah dikelola dan dikembangkan.
LAN dan WiFi untuk administrasi, ruang guru, staff, printer dan perangkat kerja pendidikan.
Distribusi LAN dan wireless untuk laboratorium komputer, kelas, ruang belajar atau training room sesuai kebutuhan.
SSID dan segmentasi dapat dirancang untuk memisahkan kebutuhan staff, student atau guest bila perangkat mendukung.
Backbone dapat menghubungkan administrasi, kelas, laboratorium atau lantai lain sesuai jarak dan topology.
Staff, student, guest dan CCTV dapat dipisahkan bila perangkat serta topology mendukung kebutuhan segmentasi tersebut.
Scope dapat mencakup front desk, administrasi, workstation, printer, staff WiFi, guest WiFi, CCTV dan perangkat IP pendukung. Konfigurasi mengikuti kebutuhan operasional serta perangkat yang tersedia.
LAN untuk workstation front desk, administrasi, printer dan perangkat kerja yang membutuhkan koneksi tetap.
Wireless access dapat dirancang untuk staff dan area tamu sesuai kapasitas pengguna serta kemampuan perangkat.
Distribusi jaringan untuk CCTV, NVR dan perangkat IP pendukung sesuai topology dan kapasitas switch.
Gateway, DHCP, segmentasi dan kontrol jaringan dapat disesuaikan dengan perangkat serta kebutuhan operasional.
Ruko, toko, retail, cafe dan tempat usaha dapat membutuhkan admin LAN, POS, printer, CCTV, staff WiFi, customer WiFi, router serta access point dengan scope yang menyesuaikan layout dan aktivitas operasional.
Koneksi wired untuk komputer admin, POS, printer dan perangkat transaksi pada ruko, toko atau retail.
WiFi untuk staff maupun pelanggan dapat dipetakan berdasarkan layout, jumlah user dan kebutuhan guest access.
Switch dan jaringan dapat mendistribusikan koneksi untuk CCTV serta perangkat IP lain sesuai kapasitas.
Router, DHCP, bandwidth dan guest network dapat dikonfigurasi mengikuti kebutuhan tempat usaha.
Scope dapat dimulai dari pekerjaan fisik seperti tarik kabel dan rack, kemudian dilanjutkan konfigurasi router, switch, WiFi serta network control sesuai kebutuhan project.
Pekerjaan jaringan pada sisi kabel, terminasi dan distribusi titik.
Perangkat aktif dan infrastruktur utama untuk distribusi jaringan.
Konfigurasi gateway, segmentasi dan kontrol trafik sesuai kebutuhan.
Pengecekan dan pengembangan jaringan existing setelah instalasi.
Tidak semua project membutuhkan seluruh layanan. Scope ditentukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi jaringan aktual.
Jaringan yang mudah dikelola tidak hanya bergantung pada perangkat aktif. Jalur kabel, terminasi, patch panel, labeling dan dokumentasi juga menentukan kualitas infrastruktur.
Printer, access point, CCTV, server, NAS, POS dan spare port juga dapat membutuhkan koneksi jaringan.
Contoh perhitungan, bukan jumlah titik project aktual.
Port tambahan dapat dibutuhkan untuk printer, AP, server, CCTV maupun kebutuhan ekspansi berikutnya.
Router, switch, access point dan endpoint sebaiknya tidak dipasang tanpa alur yang jelas. Topology membantu memetakan fungsi setiap bagian jaringan.
LAN, WiFi dan fiber optic bukan pilihan yang selalu saling menggantikan. Ketiganya dapat digunakan bersama dalam satu topology.
Koneksi kabel untuk perangkat fixed yang membutuhkan koneksi jaringan konsisten.
Akses wireless untuk user dan perangkat yang membutuhkan mobilitas di dalam area kerja.
Media backbone untuk distribusi antar lantai, antar area atau jalur tertentu sesuai kebutuhan.
Dalam satu project, LAN dapat digunakan untuk fixed endpoint, WiFi untuk mobilitas user, sedangkan fiber optic dapat digunakan sebagai backbone pada jalur tertentu.
Konfigurasi MikroTik mengikuti topology, jumlah koneksi internet, user, perangkat dan kebutuhan jaringan operasional.
Menggunakan dua ISP tidak otomatis berarti kecepatan keduanya menjadi satu bandwidth gabungan. Metode routing perlu disesuaikan dengan tujuan dan topology.
Untuk satu koneksi internet dengan gateway, DHCP dan pengaturan trafik dasar.
Koneksi kedua dapat digunakan sebagai jalur cadangan ketika skenario failover diperlukan.
Traffic dapat dirancang menggunakan lebih dari satu ISP sesuai topology dan kebutuhan operasional.
Kelompok perangkat dapat dipisahkan berdasarkan fungsi apabila perangkat dan topology mendukung.
Kirim jumlah ISP, topology existing, perangkat dan kebutuhan jaringan agar scope konfigurasi dapat dipetakan lebih dulu.
Multi-ISP perlu dirancang berdasarkan tujuan penggunaan, prioritas koneksi, pola traffic dan kebutuhan continuity jaringan.
Dua ISP tidak otomatis berubah menjadi satu koneksi dengan total kecepatan gabungan. Hasil bergantung pada metode routing, session dan traffic yang digunakan.
Satu koneksi internet digunakan sebagai jalur utama untuk jaringan.
Koneksi kedua dipersiapkan sebagai jalur cadangan ketika koneksi utama tidak dapat digunakan.
Traffic dapat didistribusikan melalui lebih dari satu koneksi berdasarkan metode routing yang sesuai.
Distribusi traffic dikombinasikan dengan jalur cadangan untuk kebutuhan operasional tertentu.
Jumlah user, layout, obstacle, kapasitas access point, posisi perangkat, channel dan backhaul ikut menentukan kualitas WiFi kantor.
Access point tidak sebaiknya ditempatkan hanya berdasarkan lokasi yang paling mudah dipasang.
Area coverage menjadi dasar awal sebelum menentukan jumlah dan posisi access point.
Pembagian ruang, koridor dan posisi pengguna memengaruhi distribusi access point.
Dinding, kaca, furniture dan struktur bangunan dapat memengaruhi propagasi sinyal.
Coverage yang luas belum tentu cukup jika terlalu banyak user terhubung ke satu access point.
Satu user dapat menggunakan lebih dari satu perangkat secara bersamaan.
Access point membutuhkan jalur uplink yang sesuai ke jaringan utama.
WiFi untuk sekolah, training space, cafe atau area guest bukan hanya menambah access point. Staff network, guest atau student SSID, uplink, kapasitas AP dan backhaul perlu dipetakan sesuai kondisi lokasi.
Pemisahan SSID atau VLAN bergantung pada kemampuan router, switch, access point dan topology yang digunakan.
Gedung bertingkat membutuhkan perencanaan distribusi, backbone, switch, rack dan endpoint yang berbeda dengan jaringan satu ruangan.
Titik distribusi utama tempat core network atau rack utama ditempatkan.
Titik distribusi pada lantai atau area tertentu yang terhubung ke jaringan utama.
Jalur utama yang menghubungkan distribusi jaringan antar lantai atau area.
Switch, LAN point dan access point yang melayani perangkat pengguna.
Untuk kantor, sekolah, kampus atau beberapa bangunan dalam satu area, koneksi antar gedung dapat menggunakan media berbeda sesuai jarak, jalur fisik, kapasitas dan kondisi lingkungan.
Dapat dipertimbangkan pada jalur dan jarak tertentu apabila kondisi fisik serta kebutuhan jaringan sesuai.
Pilihan backbone untuk distribusi antar area atau gedung ketika kebutuhan jarak dan kapasitas mengarah ke fiber.
Dapat dipertimbangkan untuk kondisi tertentu ketika jalur kabel fisik sulit dan line-of-sight memungkinkan.
Perangkat dan jalur existing dapat direview untuk kantor pindah, renovasi, perluasan gudang atau penambahan area agar bagian yang dipertahankan dan di-upgrade lebih jelas.
Inventarisasi perangkat dan mapping ulang jaringan sebelum dipindahkan ke lokasi baru.
Penyesuaian jalur, titik dan perangkat ketika layout kantor berubah.
Peningkatan kapasitas dan struktur jaringan existing tanpa selalu membangun ulang semuanya.
Informasi lokasi membantu memperkirakan jalur, kebutuhan titik, perangkat, material dan kompleksitas pekerjaan sebelum instalasi dimulai.
Informasi awal dapat membantu mempercepat mapping kebutuhan sebelum kunjungan.
Kirim alamat, jumlah lantai, estimasi user, titik dan foto area untuk membantu menentukan kebutuhan survey.
Requirement, jumlah titik, topology, perangkat dan material dapat dipetakan menjadi Bill of Quantity untuk membantu estimasi project.
Angka ini hanya contoh planning dan bukan quantity project aktual customer.
Punya estimasi user, titik atau layout? Kirim data awal untuk membantu mapping kebutuhan jaringan sebelum menentukan scope pekerjaan.
Kondisi existing perlu diperiksa terlebih dahulu untuk menentukan apakah jaringan lebih tepat dibangun baru, ditingkatkan atau cukup diperbaiki.
Untuk kantor, ruko, gedung atau lokasi yang belum memiliki infrastruktur jaringan dan membutuhkan perencanaan dari awal.
Untuk jaringan existing yang masih digunakan tetapi membutuhkan peningkatan kapasitas, coverage atau struktur.
Untuk jaringan yang mengalami gangguan pada kabel, perangkat, konfigurasi atau distribusi koneksi.
Jalur kabel, termination, port, addressing dan connectivity perlu diperiksa kembali sesuai scope sebelum jaringan diserahkan.

Pengecekan koneksi dan termination menjadi bagian penting sebelum handover.
Mapping, labeling dan catatan dasar membantu customer memahami struktur jaringan saat maintenance atau pengembangan berikutnya.

Label dan port mapping memudahkan identifikasi perangkat serta jalur pada network rack.
Mapping port membantu mengidentifikasi endpoint dan koneksi pada switch atau patch panel.
Perangkat utama dicatat sesuai scope untuk membantu identifikasi jaringan setelah instalasi.
Alur koneksi utama dapat didokumentasikan agar struktur jaringan lebih mudah dipahami.
Catatan mengenai jalur, konfigurasi dan pekerjaan tertentu dapat disertakan sesuai scope.
Bentuk dan tingkat detail dokumentasi menyesuaikan skala serta scope project yang disepakati.
Harga berikut merupakan estimasi jasa mulai. Kondisi jalur, quantity, material dan complexity site dapat memengaruhi harga akhir.
Harga jasa mulai untuk terminasi satu kepala RJ45 pada kondisi kabel yang memungkinkan.
Harga jasa mulai untuk penarikan kabel pada jalur yang relatif mudah. Material dihitung terpisah.
Material dan pekerjaan tambahan mengikuti scope aktual.
Harga final ditentukan setelah quantity, jalur, kondisi site dan kebutuhan project diketahui.
Kirim jumlah titik, estimasi panjang kabel, lokasi dan foto jalur agar kebutuhan pekerjaan dapat dipetakan lebih awal.
Jalur kabel, material, jumlah lantai, perangkat dan kebutuhan konfigurasi ikut membentuk scope serta estimasi pekerjaan jaringan.
Jumlah endpoint, access point, switch dan perangkat lain memengaruhi volume pekerjaan.
Jenis kabel, konektor dan material pendukung disesuaikan dengan kebutuhan jalur.
Layout, plafon, ketinggian dan jumlah lantai dapat memengaruhi metode instalasi.
Scope router, VLAN, WiFi atau multi-ISP membutuhkan tingkat konfigurasi yang berbeda.
Layanan onsite dapat menjangkau 11 kecamatan di Kota Depok sesuai alamat project, jenis pekerjaan serta ketersediaan teknisi.
Alamat lengkap membantu menentukan coverage dan kebutuhan kunjungan teknisi.
Kirim alamat lengkap atau share lokasi untuk membantu pengecekan coverage layanan onsite.
Perangkat tidak dipilih hanya berdasarkan nama brand. Capacity, fitur, compatibility dan kebutuhan topology harus ikut dipertimbangkan.
Perangkat gateway dipilih berdasarkan kapasitas, fitur dan kebutuhan topology.
Switch dapat disesuaikan dengan jumlah port, PoE, VLAN dan kebutuhan uplink.
Access point mengikuti kebutuhan coverage, kapasitas user dan ekosistem jaringan.
Perangkat dapat disesuaikan dengan kebutuhan routing, policy atau security gateway.
Pemilihan perangkat mengikuti kebutuhan project dan tidak menunjukkan hubungan kemitraan atau sertifikasi dengan brand tertentu.
Mulai dari kondisi rack, penarikan kabel, labeling, pemasangan access point sampai pengecekan jaringan.

Visual kondisi rack sebelum dilakukan penataan atau pengembangan jaringan.

Visual rack dengan patch cord dan perangkat yang lebih terorganisasi.

Visual proses penarikan kabel jaringan pada jalur plafon kantor.

Visual labeling kabel dan port untuk membantu proses identifikasi jaringan.

Visual pemasangan access point pada area kerja.

Visual pengecekan koneksi setelah instalasi jaringan.
Gambar pada bagian ini digunakan sebagai visual ilustrasi tahapan pekerjaan. Dokumentasi project asli RaniTech di Depok dapat menggantikan file visual pada path yang sama saat tersedia.
Fokus pekerjaan tidak hanya pada pemasangan kabel, tetapi juga kebutuhan, struktur jaringan, konfigurasi, testing dan proses handover sesuai scope.
Kebutuhan user, titik, jalur dan topology dipetakan sebelum instalasi dilakukan.
Pekerjaan fisik, perangkat dan konfigurasi dibedakan agar scope lebih mudah dipahami.
Jalur, terminasi, patching dan labeling dipertimbangkan untuk jaringan yang lebih terstruktur.
Router, switch dan access point dikonfigurasi sesuai kebutuhan topology dan perangkat.
Koneksi dan komponen sesuai scope diperiksa kembali sebelum handover.
Label dan catatan jaringan dapat disiapkan sesuai tingkat dokumentasi project.
Kondisi lokasi dapat diperiksa ketika kebutuhan project memerlukan pengecekan langsung.
Jaringan existing dapat direview untuk kebutuhan repair, relocation atau upgrade.
Pertanyaan mengenai harga, kabel LAN, MikroTik, WiFi, jaringan kantor, sekolah, klinik, ruko, backbone antar area, survey, 11 kecamatan Depok dan coverage layanan onsite.
Harga bergantung pada jumlah titik, panjang dan kondisi jalur kabel, perangkat, material serta kebutuhan konfigurasi. Pada halaman ini tersedia estimasi harga jasa mulai untuk beberapa pekerjaan umum.
Untuk jalur yang relatif mudah, estimasi jasa penarikan kabel dapat dimulai dari Rp8.000 per meter. Harga akhir mengikuti kondisi lokasi, quantity dan metode pemasangan.
Jasa crimping satu kepala RJ45 pada kondisi kabel yang memungkinkan dimulai dari Rp25.000 per konektor. Minimum pekerjaan atau biaya kunjungan dapat berlaku.
Tidak selalu. Material seperti kabel, RJ45, keystone, faceplate, patch panel, ducting dan perangkat dapat dihitung terpisah sesuai scope.
Estimasi instalasi LAN basic dimulai dari Rp125.000 per titik dan structured cabling dimulai dari Rp175.000 per titik. Kondisi jalur dan material dapat memengaruhi harga.
Minimum quantity atau minimum biaya kunjungan dapat berlaku terutama untuk pekerjaan kecil atau lokasi onsite.
Pemilihan kabel mengikuti kebutuhan bandwidth, perangkat, panjang jalur, environment dan rencana pengembangan jaringan.
Bisa untuk pekerjaan rack dan structured cabling sesuai kebutuhan jumlah port serta jaringan yang digunakan.
Bisa untuk kebutuhan gateway, DHCP, NAT, bandwidth management, VLAN, multi-ISP dan konfigurasi lain sesuai scope.
Bisa apabila router, switch dan access point mendukung segmentasi yang dibutuhkan. Implementasi mengikuti topology dan scope aktual.
Bisa dikonsultasikan. Metode load balancing mengikuti topology, perangkat, jenis koneksi dan pola traffic yang digunakan.
Bisa untuk topology yang mendukung koneksi utama dan koneksi cadangan dengan rule failover yang sesuai.
Bisa apabila backbone fiber sesuai dengan jarak, kapasitas dan kebutuhan distribusi jaringan antar lantai.
Bisa dikonsultasikan untuk topology multi-floor termasuk rack, switch, backbone dan distribusi endpoint per lantai.
Bisa. Planning dapat mempertimbangkan layout, jumlah user, device, coverage, posisi access point dan backhaul.
Bisa dikonsultasikan untuk admin LAN, laboratorium, staff WiFi, student WiFi, server, CCTV dan backbone antar area sesuai kebutuhan.
Bisa dikonsultasikan untuk front desk, administrasi, workstation, printer, staff WiFi, guest WiFi, CCTV dan perangkat IP pendukung. Scope tidak otomatis mencakup sistem medis khusus.
Bisa untuk kebutuhan admin LAN, POS, printer, CCTV, staff WiFi, customer WiFi, router dan access point sesuai kondisi lokasi.
Bisa. Guest WiFi dapat dirancang dengan access point dan pemisahan SSID atau VLAN apabila perangkat mendukung.
Jumlah access point tidak dapat ditentukan hanya dari luas area. Layout, obstacle, jumlah user, perangkat dan kebutuhan coverage juga perlu diperiksa.
Sinyal WiFi hanya salah satu bagian. Kapasitas access point, interferensi, uplink, router, ISP dan jumlah pengguna juga dapat memengaruhi pengalaman koneksi.
Bisa dikonsultasikan sesuai area, skala project dan kebutuhan pengecekan kondisi site.
Coverage dapat mencakup Beji, Bojongsari, Cilodong, Cimanggis, Cinere, Cipayung, Limo, Pancoran Mas, Sawangan, Sukmajaya dan Tapos sesuai alamat project dan ketersediaan teknisi.
Area Beji dan Pancoran Mas dapat dikonsultasikan sesuai alamat project dan kebutuhan pekerjaan jaringan onsite.
Area Cimanggis dan Tapos dapat dikonsultasikan sesuai lokasi, scope dan ketersediaan teknisi.
Area Cinere, Limo dan Sawangan dapat dikonsultasikan untuk pekerjaan jaringan sesuai alamat dan scope aktual.
Durasi bergantung pada jumlah titik, panjang jalur, kondisi bangunan, jumlah teknisi, perangkat dan konfigurasi yang termasuk dalam scope.
Bisa. Jumlah titik, perangkat, jalur dan material sebaiknya dipetakan menjadi scope atau BoQ sebelum pengerjaan.
Bisa. Existing network dapat diaudit terlebih dahulu untuk menentukan bagian yang dipertahankan, dipindahkan, diperbaiki atau diganti.
Maintenance dan troubleshooting jaringan existing dapat dikonsultasikan berdasarkan kondisi serta scope perangkat.
Bisa untuk pekerjaan onsite sesuai coverage lokasi dan jadwal teknisi yang tersedia.
Ceritakan kondisi kantor, sekolah, klinik, ruko, retail atau tempat usaha, jumlah user, estimasi titik dan kebutuhan jaringan Anda. RaniTech membantu memetakan apakah kebutuhan lebih sesuai untuk instalasi baru, upgrade, repair atau survey lebih lanjut.
Lokasi, jumlah user, estimasi titik, foto area dan kondisi existing dapat membantu proses konsultasi lebih cepat.