Internet Sering Putus
Koneksi yang tidak stabil dapat berkaitan dengan perangkat jaringan, konfigurasi, jalur kabel, access point maupun koneksi dari ISP.
Connection ReviewRaniTech membantu merancang, memasang dan mengoptimalkan infrastruktur jaringan untuk kantor, perusahaan, sekolah, gudang, retail dan berbagai kebutuhan bisnis.
Mulai dari instalasi kabel LAN, access point WiFi, router, switch, rack jaringan dan fiber optic hingga konfigurasi, testing serta dokumentasi setelah instalasi.

Kebutuhan titik jaringan, perangkat aktif, jalur kabel dan konfigurasi ditentukan berdasarkan kondisi lokasi serta hasil pengecekan kebutuhan.
Masalah jaringan tidak selalu berasal dari koneksi internet. Kabel, switch, router, access point, IP, topologi dan kapasitas perangkat juga perlu diperiksa sebelum menentukan solusi.
RaniTech membantu melakukan pengecekan kebutuhan dan kondisi jaringan untuk menentukan area yang perlu diperbaiki, dirapikan atau dikembangkan.
Koneksi yang tidak stabil dapat berkaitan dengan perangkat jaringan, konfigurasi, jalur kabel, access point maupun koneksi dari ISP.
Connection ReviewKabel, konektor, patch panel, switch port dan konfigurasi IP perlu diperiksa untuk menemukan titik gangguan.
LAN CheckPosisi access point, layout bangunan, dinding, channel dan jumlah pengguna dapat memengaruhi area jangkauan WiFi.
Coverage ReviewPenggunaan bandwidth yang tidak terkontrol dapat membuat sebagian user atau aplikasi menggunakan kapasitas jaringan secara berlebihan.
Traffic ReviewPengaturan DHCP, static IP atau perangkat dengan konfigurasi yang sama dapat menyebabkan konflik alamat pada jaringan.
IP DiagnoseJumlah port, kapasitas switch dan kebutuhan ekspansi perlu diperhitungkan ketika perangkat jaringan terus bertambah.
Capacity CheckBackbone, jenis kabel, perangkat aktif dan desain topologi dapat memengaruhi komunikasi antar lantai atau area.
Backbone ReviewJalur kabel tanpa labeling dan dokumentasi membuat troubleshooting, maintenance serta ekspansi jaringan menjadi lebih sulit.
Cabling AuditSatu access point belum tentu cocok untuk banyak pengguna secara bersamaan sehingga kapasitas dan distribusi AP perlu diperiksa.
User CapacityPatch cord, switch, router dan perangkat jaringan yang tidak tertata dapat menyulitkan identifikasi serta perawatan jaringan.
Rack ReviewDesain jaringan untuk kantor tidak selalu sama dengan hotel, gudang atau pabrik. Jumlah pengguna, luas area, jenis perangkat dan pola penggunaan menentukan kebutuhan LAN, WiFi, switch maupun backbone.
Karena itu jasa instalasi jaringan sebaiknya dimulai dari pemetaan kebutuhan, bukan sekadar menentukan jumlah kabel atau access point.
Jaringan untuk komputer staf, printer, server, VoIP, WiFi karyawan dan guest network dengan struktur yang lebih mudah dikelola.
Infrastruktur jaringan untuk banyak pengguna, divisi, perangkat kerja, server, access point dan kebutuhan segmentasi jaringan.
LAN dan WiFi untuk ruang administrasi, guru, laboratorium, kelas serta akses pengguna dengan kebutuhan berbeda.
Jaringan untuk front office, operasional dan koneksi WiFi tamu dengan distribusi access point berdasarkan area bangunan.
Jaringan untuk kasir, perangkat operasional, WiFi pelanggan, CCTV dan perangkat lain yang membutuhkan koneksi stabil.
Koneksi untuk POS, printer, back office, CCTV, perangkat pembayaran serta konektivitas cabang sesuai kebutuhan.
Coverage jaringan untuk komputer operasional, handheld scanner, CCTV dan perangkat IP pada area penyimpanan.
Infrastruktur jaringan untuk kantor, area produksi, perangkat IP dan backbone antar area dengan perencanaan jalur yang sesuai.
LAN dan WiFi untuk administrasi, kasir, workstation dan perangkat operasional dengan pembagian akses sesuai kebutuhan.
Jaringan dengan banyak pengguna, access point, guest WiFi dan kebutuhan bandwidth yang berubah sepanjang hari.
Jumlah user dan perangkat menjadi salah satu dasar sebelum menentukan titik, perangkat aktif dan desain jaringan.
Butuh jasa instalasi jaringan untuk kantor, sekolah, gudang, tempat usaha atau bangunan lainnya? RaniTech dapat membantu memetakan kebutuhan LAN, WiFi, router, switch, rack jaringan dan konektivitas antar area sebelum proses instalasi dilakukan.
Jasa instalasi jaringan RaniTech dapat mencakup jalur kabel, rack, router, switch, access point, backbone hingga konfigurasi dan troubleshooting sesuai kebutuhan lokasi.
Scope akhir ditentukan berdasarkan jumlah perangkat, kondisi jaringan existing, layout dan hasil survey atau pengecekan kebutuhan.
Pemasangan jaringan kabel untuk komputer, printer, server, CCTV dan perangkat lain yang membutuhkan koneksi melalui LAN.
LAN InstallationPenarikan kabel jaringan berdasarkan layout, posisi pengguna, jalur bangunan dan kebutuhan titik koneksi.
Data CablingPenataan jalur kabel, terminasi, patch panel, faceplate dan labeling agar jaringan lebih mudah dikelola.
Cabling SystemTerminasi titik jaringan dapat dirapikan menggunakan patch panel, keystone dan faceplate sesuai desain instalasi.
TerminationPenataan switch, router, patch panel dan perangkat jaringan pada rack agar lebih terstruktur dan mudah diidentifikasi.
Rack SetupKonfigurasi router untuk kebutuhan gateway, DHCP, koneksi ISP dan pengaturan jaringan sesuai scope pekerjaan.
RouterSetup switch berdasarkan kebutuhan jumlah port, distribusi jaringan dan konfigurasi yang dibutuhkan.
SwitchingPemasangan dan konfigurasi access point berdasarkan area coverage, jumlah pengguna dan kebutuhan konektivitas.
WirelessPembagian jaringan dapat direncanakan untuk memisahkan kelompok user atau perangkat sesuai kebutuhan operasional.
SegmentationPengaturan lalu lintas jaringan dapat disesuaikan agar penggunaan koneksi lebih terkontrol berdasarkan kebutuhan.
TrafficFiber optic dapat digunakan untuk kebutuhan backbone, antar lantai, antar gedung atau jalur dengan kebutuhan tertentu.
Fiber BackbonePengecekan koneksi, kabel, perangkat aktif dan konfigurasi untuk menemukan sumber gangguan jaringan.
TroubleshootingJaringan lama dapat dirapikan dari sisi kabel, patching, labeling, rack maupun struktur koneksi yang sudah ada.
Network CleanupPengecekan berkala dapat disesuaikan dengan perangkat, skala jaringan dan kebutuhan operasional pengguna.
MaintenanceStructured cabling membantu membuat jalur jaringan lebih rapi, mudah diidentifikasi dan lebih siap ketika titik atau perangkat perlu dikembangkan di kemudian hari.
Jenis kabel, patch panel, conduit maupun komponen lain tidak ditentukan secara otomatis. Semuanya menyesuaikan desain, perangkat dan kebutuhan project.
Diagram ini menggambarkan struktur umum. Jumlah switch, patch panel dan endpoint tetap disesuaikan dengan desain jaringan aktual.
Dapat digunakan pada kebutuhan tertentu dengan mempertimbangkan perangkat, kebutuhan jaringan dan infrastruktur yang sudah tersedia.
Umum dipertimbangkan untuk instalasi jaringan baru dengan kebutuhan performa dan struktur kabel yang lebih modern.
Digunakan pada kebutuhan tertentu yang membutuhkan spesifikasi cabling lebih tinggi dan harus disesuaikan dengan desain keseluruhan.
Mengumpulkan terminasi kabel jaringan pada rack agar port lebih mudah ditata, diberi label dan dipatching.
Komponen terminasi pada titik jaringan yang membantu membuat instalasi lebih terstruktur.
Digunakan sebagai titik outlet jaringan pada meja, dinding atau area pengguna sesuai desain instalasi.
Menghubungkan perangkat, switch, patch panel atau outlet dengan panjang yang disesuaikan kebutuhan.
Melindungi dan merapikan jalur kabel pada area yang membutuhkan perlindungan atau routing tertentu.
Dapat digunakan untuk membawa beberapa jalur kabel pada area tertentu agar routing lebih terorganisir.
Penataan patch cord, perangkat jaringan dan jalur masuk kabel untuk membuat rack lebih mudah dirawat.
Penandaan port membantu proses identifikasi ketika troubleshooting, maintenance atau penambahan perangkat.
Penandaan jalur kabel membantu mencocokkan titik pengguna dengan rack atau patch panel.
Topologi membantu menentukan bagaimana internet, router, switch, access point, server dan perangkat pengguna saling terhubung sebelum proses instalasi jaringan dimulai.
Diagram ini adalah contoh konsep topology, bukan konfigurasi yang otomatis diterapkan pada setiap project. Struktur final menyesuaikan kebutuhan aktual.
Jumlah pengguna membantu menentukan kapasitas perangkat jaringan dan distribusi koneksi.
Komputer, printer, CCTV, access point dan perangkat IP perlu dipetakan sejak awal.
Jumlah dan posisi titik kabel memengaruhi jalur cabling serta kebutuhan port switch.
Posisi ruang, lantai, dinding dan area kerja memengaruhi desain jalur serta perangkat.
Jumlah dan jenis koneksi internet perlu dipahami sebelum menentukan arsitektur gateway.
Distribusi koneksi antar perangkat dan area perlu disesuaikan dengan kapasitas switch.
Jumlah dan posisi AP ditentukan berdasarkan coverage, user dan kondisi area.
Perangkat server atau storage jaringan perlu ditempatkan pada bagian topology yang sesuai.
Perangkat bersama seperti printer dan perangkat IP perlu memiliki jalur akses yang jelas.
Perangkat CCTV dan IoT dapat dipetakan sebagai bagian dari desain jaringan sesuai kebutuhan.
Koneksi antar lantai atau area dapat membutuhkan backbone dan distribusi perangkat berbeda.
Ruang pengembangan perlu dipikirkan agar penambahan user dan perangkat tidak langsung memaksa redesign.
Media jaringan dipilih berdasarkan perangkat, jarak, mobilitas, layout dan kebutuhan koneksi. LAN, WiFi dan fiber optic bukan pengganti satu sama lain dalam setiap situasi.
Koneksi kabel untuk perangkat tetap yang membutuhkan jalur jaringan fisik dan identifikasi port yang jelas.
Koneksi wireless untuk perangkat yang membutuhkan mobilitas dan akses jaringan tanpa kabel ke setiap endpoint.
Media jaringan yang dapat digunakan untuk backbone dan koneksi antar area sesuai jarak, kapasitas serta desain infrastruktur.
Dalam satu jaringan, LAN, WiFi dan fiber optic juga dapat digunakan bersama sesuai fungsi masing-masing.
Dalam jasa instalasi jaringan, kombinasi LAN, WiFi maupun fiber optic dapat dirancang berdasarkan jumlah pengguna, perangkat, layout, jarak antar area dan kebutuhan operasional sehingga setiap media jaringan digunakan sesuai fungsinya.
Router, switch dan segmentasi jaringan membantu mengatur bagaimana perangkat mendapatkan koneksi, berkomunikasi dan menggunakan jalur jaringan sesuai kebutuhan operasional.
Konfigurasi akhir mengikuti perangkat yang digunakan, struktur jaringan, kebutuhan akses serta kebijakan pengguna.
Router dikonfigurasi berdasarkan koneksi ISP, gateway, kebutuhan pengguna dan struktur jaringan yang digunakan.
GatewayPengaturan DHCP membantu mendistribusikan alamat IP secara terstruktur kepada perangkat yang terhubung.
IP ManagementPerangkat tertentu dapat menggunakan static IP apabila memang dibutuhkan untuk server, printer, CCTV atau layanan lainnya.
AddressingManaged switch dapat dikonfigurasi untuk distribusi jaringan, VLAN dan kebutuhan pengelolaan port yang lebih terstruktur.
SwitchingVLAN dapat digunakan untuk memisahkan kelompok perangkat atau pengguna berdasarkan kebutuhan operasional jaringan.
SegmentationJaringan tamu dapat dipisahkan dari jaringan internal agar akses pengguna guest tidak bercampur dengan perangkat operasional.
Guest AccessPenggunaan bandwidth dapat diatur berdasarkan kebutuhan jaringan, kelompok perangkat maupun prioritas tertentu.
TrafficPada jaringan dengan lebih dari satu koneksi internet, distribusi trafik dapat direncanakan sesuai kebutuhan dan perangkat yang digunakan.
Multi ISPKoneksi cadangan dapat direncanakan agar jalur internet lain dapat digunakan ketika koneksi utama mengalami gangguan.
RedundancyAturan firewall dasar dapat disesuaikan dengan kebutuhan akses jaringan dan perangkat yang digunakan.
Access ControlPerangkat atau kelompok jaringan tertentu dapat dipisahkan apabila kebutuhan operasional memang memerlukannya.
IsolationCoverage WiFi dipengaruhi oleh luas area, layout, hambatan fisik, posisi access point, jumlah pengguna serta kapasitas perangkat wireless yang digunakan.
Karena itu penempatan access point sebaiknya mengikuti kondisi lokasi dan kebutuhan pengguna, bukan hanya posisi yang paling mudah dipasang.
Visual ini hanya menggambarkan konsep distribusi access point. Coverage aktual tetap dipengaruhi layout, material bangunan, perangkat dan kondisi radio di lokasi.
Jumlah access point perlu mengikuti kebutuhan area dan kapasitas pengguna.
Lokasi pemasangan dapat memengaruhi distribusi sinyal ke area pengguna.
Coverage luas belum tentu berarti kapasitas pengguna sudah sesuai.
Kondisi koneksi perlu diperiksa kembali setelah konfigurasi dan pemasangan.
Survey membantu memahami kondisi bangunan, jaringan existing, jumlah titik, perangkat dan jalur instalasi sebelum material serta scope pekerjaan ditentukan.
Hasil pengecekan dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebutuhan titik, perangkat, material dan estimasi pekerjaan.
Area kerja, ruangan, lantai dan jalur antar bagian dipetakan sebelum menentukan rancangan jaringan.
Jaringan yang sudah ada diperiksa untuk melihat perangkat, jalur dan struktur yang masih dapat digunakan.
Jumlah pengguna membantu menentukan kapasitas jaringan dan kebutuhan access point maupun switch.
Jumlah endpoint dan titik kabel dipetakan berdasarkan perangkat yang akan menggunakan jaringan.
Routing kabel mempertimbangkan layout, jalur bangunan, estetika dan kemungkinan kebutuhan maintenance.
Kondisi fisik bangunan dapat memengaruhi metode penarikan dan perlindungan jalur kabel.
Lokasi rack dipertimbangkan berdasarkan distribusi titik, keamanan perangkat dan kemudahan akses teknis.
Ketersediaan sumber listrik perlu diperhatikan untuk rack, switch, router dan perangkat aktif lainnya.
Jumlah port, kapasitas dan fungsi perangkat aktif disesuaikan dengan kebutuhan jaringan.
Posisi dan jumlah AP dipetakan berdasarkan area, jumlah user dan kondisi bangunan.
Jalur utama antar rack, lantai atau area perlu direncanakan sesuai kebutuhan distribusi jaringan.
Koneksi vertikal antar lantai membutuhkan perencanaan jalur dan perangkat distribusi yang sesuai.
Kemungkinan penambahan titik, perangkat atau pengguna dipertimbangkan agar jaringan lebih mudah dikembangkan.
Pemetaan kebutuhan titik jaringan.
Perencanaan jalur cabling.
Konsep hubungan perangkat jaringan.
Kebutuhan router, switch dan perangkat lain.
Rencana posisi access point.
Kebutuhan rack dan distribusi perangkat.
Estimasi material berdasarkan scope.
Gambaran pekerjaan yang dibutuhkan.
Detail output bergantung pada jenis project. Tidak semua pekerjaan membutuhkan dokumen, layout atau BoQ dengan tingkat detail yang sama.
Setelah instalasi, jalur, konektivitas, perangkat dan konfigurasi yang menjadi bagian dari pekerjaan perlu diperiksa kembali sebelum jaringan diserahkan untuk digunakan.
Labeling dan dokumentasi membantu proses identifikasi ketika jaringan perlu dirawat, dikembangkan atau diperiksa kembali.
Tahapan akhir membantu memastikan pekerjaan tidak berhenti hanya setelah kabel dan perangkat terpasang.
Jalur kabel yang dikerjakan diperiksa untuk memastikan konektivitas sesuai scope pekerjaan.
PhysicalKoneksi antar perangkat atau endpoint diperiksa setelah instalasi dan konfigurasi dilakukan.
NetworkPort jaringan yang digunakan diperiksa agar dapat dicocokkan dengan titik maupun perangkat terkait.
PortPort dapat diberi identitas agar lebih mudah ditemukan saat maintenance atau troubleshooting.
IdentificationTerminasi pada patch panel dapat diberi label untuk membantu pencocokan dengan endpoint.
RackPerangkat aktif diperiksa kembali berdasarkan konfigurasi yang termasuk dalam scope pengerjaan.
DeviceSSID, konektivitas dan area penggunaan diperiksa setelah access point selesai dikonfigurasi.
WirelessKonfigurasi jaringan yang dikerjakan diperiksa kembali sebelum proses pekerjaan ditutup.
ConfigurationStruktur koneksi dapat dicatat untuk membantu memahami hubungan antar perangkat dan jaringan.
DocumentationPerangkat yang menjadi bagian dari pekerjaan dapat dicatat sesuai kebutuhan dokumentasi project.
RecordInformasi akses yang memang menjadi milik pelanggan dapat diserahkan sesuai kebutuhan dan scope pekerjaan.
HandoverTesting, labeling dan dokumentasi membantu membuat instalasi jaringan lebih mudah dipahami ketika dilakukan maintenance, troubleshooting atau pengembangan di kemudian hari. Scope pengujian dan dokumentasi disesuaikan dengan pekerjaan yang disepakati.
Kebutuhan instalasi jaringan tidak selalu dimulai dari nol. RaniTech dapat membantu jaringan baru, pengembangan infrastruktur existing maupun troubleshooting pada jaringan yang sedang bermasalah.
Kondisi awal diperiksa sebelum menentukan apakah jaringan lebih tepat dibangun, ditambah, dirapikan atau diperbaiki.
Untuk kantor, tempat usaha atau lokasi baru yang membutuhkan infrastruktur jaringan dari tahap perencanaan sampai instalasi.
Untuk jaringan yang masih digunakan tetapi perlu ditambah kapasitas, titik, access point atau struktur perangkatnya.
Untuk jaringan yang mengalami gangguan, koneksi tidak stabil, kabel rusak atau struktur existing yang sulit dipelihara.
Pengerjaan jaringan dimulai dari pemetaan kebutuhan, kondisi lokasi dan desain sebelum masuk ke instalasi, konfigurasi, testing dan serah terima.
Kebutuhan pengguna, lokasi, jumlah perangkat dan masalah jaringan dibahas terlebih dahulu.
Kondisi lokasi, jaringan existing, jalur kabel, titik dan perangkat diperiksa sesuai kebutuhan project.
Topologi, distribusi perangkat, titik LAN, access point dan jalur jaringan direncanakan berdasarkan kebutuhan.
Scope pekerjaan, material dan kebutuhan perangkat dipetakan sebagai dasar penyusunan estimasi.
Penarikan kabel, terminasi, rack, perangkat aktif dan access point dikerjakan sesuai scope yang disepakati.
Router, switch, WiFi dan konektivitas diperiksa serta dikonfigurasi sesuai bagian pekerjaan yang termasuk dalam project.
Pekerjaan ditutup dengan pengecekan akhir, identifikasi dan informasi project sesuai scope yang disepakati.
Biaya instalasi jaringan bergantung pada jenis pekerjaan, jumlah titik, panjang jalur, kondisi lokasi, perangkat dan material yang digunakan.
Harga berikut merupakan estimasi jasa mulai untuk membantu memberikan gambaran awal sebelum scope pekerjaan diperiksa lebih detail.
Untuk terminasi konektor RJ45 pada kabel jaringan yang sudah tersedia atau membutuhkan crimping ulang.
Terminasi kabel jaringan ke patch panel untuk membuat titik pada rack lebih terstruktur.
Jasa penarikan kabel LAN untuk endpoint baru berdasarkan kondisi dan panjang jalur.
Untuk instalasi LAN yang membutuhkan jalur, terminasi, labeling dan struktur titik yang lebih rapi.
Pemasangan dan konfigurasi dasar access point untuk kebutuhan koneksi wireless.
Untuk area yang membutuhkan beberapa access point dan perencanaan distribusi wireless.
Konfigurasi dasar MikroTik untuk kebutuhan gateway dan jaringan sederhana.
Konfigurasi jaringan dengan lebih dari satu koneksi internet berdasarkan kebutuhan routing dan backup koneksi.
Penataan rack jaringan, perangkat aktif, patching dan jalur koneksi sesuai kondisi project.
Survey kebutuhan instalasi jaringan untuk membantu memetakan kondisi lokasi dan scope pekerjaan.
Untuk pembangunan jaringan kantor, perusahaan atau project multi-area dengan scope yang lebih besar.
Dua project dengan jumlah titik yang sama belum tentu memiliki biaya yang sama apabila jalur, material dan kondisi lokasi berbeda.
Harga di atas merupakan estimasi jasa mulai dan bukan harga final setiap project. Material, perangkat, panjang kabel, ducting, pekerjaan antar lantai, akses lokasi dan kebutuhan teknis tambahan dihitung berdasarkan scope aktual. Estimasi final dikonfirmasi sebelum pekerjaan dilakukan.
Layanan instalasi jaringan RaniTech dapat disesuaikan untuk kantor, usaha, sekolah, gudang dan kebutuhan bisnis di berbagai wilayah Jabodetabek serta Cikarang.
Jangkauan onsite dan kebutuhan survey dikonfirmasi berdasarkan lokasi serta scope pekerjaan.
Instalasi jaringan LAN, WiFi, router, switch, rack dan kebutuhan infrastruktur jaringan untuk kantor maupun bisnis di Jakarta.
Layanan pemasangan dan perbaikan jaringan untuk kantor, usaha, sekolah maupun lokasi bisnis di wilayah Bogor.
Pemasangan LAN, access point, structured cabling dan konfigurasi jaringan untuk kebutuhan bisnis di Depok.
Jasa instalasi jaringan untuk titik LAN, WiFi, rack dan perangkat jaringan di wilayah Tangerang.
Instalasi dan troubleshooting jaringan kantor, gudang maupun tempat usaha di wilayah Bekasi.
Layanan jaringan untuk kantor, gudang, kawasan usaha dan kebutuhan infrastruktur bisnis di area Cikarang.
Kirim lokasi kantor atau project untuk membantu pengecekan jangkauan teknisi, kebutuhan survey dan scope instalasi jaringan.
RaniTech melihat instalasi jaringan sebagai satu sistem. Jalur kabel, perangkat aktif, wireless, konfigurasi, testing dan dokumentasi perlu saling mendukung agar jaringan lebih mudah digunakan dan dipelihara.
Scope teknis tetap disesuaikan dengan kebutuhan nyata pada lokasi dan perangkat yang digunakan.
Kebutuhan pengguna, titik, perangkat dan kondisi lokasi dipetakan sebelum menentukan rancangan jaringan.
Jalur kabel, terminasi dan titik jaringan dirancang agar lebih mudah diidentifikasi dan dipelihara.
Perangkat dan konfigurasi yang termasuk dalam scope diperiksa kembali setelah proses instalasi.
Informasi titik, perangkat atau topology dapat dicatat sesuai kebutuhan dan scope project.
Media jaringan dapat dikombinasikan berdasarkan fungsi, jarak, mobilitas dan kebutuhan operasional.
Kondisi lokasi dapat diperiksa langsung apabila project membutuhkan pemetaan jalur dan perangkat yang lebih detail.
Kebutuhan material dan pekerjaan disusun berdasarkan kondisi aktual, bukan dipaksakan ke satu paket untuk semua lokasi.
Struktur jaringan yang lebih mudah diidentifikasi membantu proses troubleshooting, maintenance dan pengembangan berikutnya.
Dokumentasi proses instalasi, penataan dan pengecekan infrastruktur jaringan dari pekerjaan RaniTech.
Foto yang ditampilkan merupakan dokumentasi pekerjaan asli, bukan ilustrasi project pelanggan.

Dokumentasi penataan perangkat, patching dan jalur kabel pada rack jaringan.

Terminasi dan identifikasi titik jaringan pada patch panel.

Pengecekan jalur dan konektivitas setelah proses instalasi.

Dokumentasi pemasangan access point pada area kerja.

Dokumentasi penataan dan routing kabel pada instalasi jaringan.

Proses pengecekan perangkat dan konfigurasi jaringan di lokasi.

Pemetaan kebutuhan jaringan dan pembahasan topology sebelum pekerjaan dilakukan.
Dokumentasi setiap project dapat berbeda sesuai izin pengambilan gambar, jenis pekerjaan dan kondisi lokasi.
Biaya tergantung jenis pekerjaan, jumlah titik, panjang jalur, kondisi lokasi, perangkat dan material. Untuk pekerjaan ringan tersedia estimasi mulai seperti crimping RJ45 Rp50.000 per titik, sedangkan project jaringan kantor dihitung berdasarkan scope pekerjaan.
Untuk tarik kabel LAN tersedia estimasi jasa mulai Rp125.000 per titik. Untuk structured LAN dengan terminasi, labeling dan testing, estimasi mulai Rp225.000 per titik. Harga akhir menyesuaikan panjang jalur, material dan kondisi lokasi.
Crimping RJ45 tersedia mulai Rp50.000 per titik untuk pekerjaan terminasi dan pengecekan koneksi dasar. Konektor, kabel atau material tambahan dihitung sesuai kebutuhan.
Scope dapat mencakup tarik kabel LAN, structured cabling, patch panel, rack, router, switch, access point, VLAN, fiber optic, troubleshooting, testing dan dokumentasi. Tidak semua project membutuhkan seluruh layanan tersebut.
Bisa. Survey digunakan untuk memeriksa layout, kondisi jaringan existing, jalur kabel, kebutuhan titik dan perangkat. Estimasi site survey pada halaman ini mulai Rp300.000 per kunjungan dan dapat menyesuaikan lokasi serta scope.
Bisa. Pekerjaan dapat berupa penambahan satu atau beberapa titik LAN tanpa harus membangun seluruh jaringan baru. Jalur, panjang kabel dan metode terminasi tetap diperiksa terlebih dahulu.
Ya. RaniTech dapat membantu mulai dari pemetaan user dan perangkat, desain topology, structured cabling, rack, router, switch, WiFi hingga testing dan handover sesuai scope project.
Pemilihannya bergantung pada kebutuhan jaringan, perangkat, infrastruktur existing, jarak dan anggaran. Cat6 sering dipertimbangkan untuk instalasi baru, tetapi bukan berarti semua project wajib menggunakan Cat6.
Bisa. Kebutuhan access point sebaiknya mempertimbangkan luas area, layout, hambatan fisik, jumlah user dan perangkat wireless agar posisi pemasangan tidak hanya ditentukan berdasarkan titik yang paling mudah.
Bisa untuk kebutuhan yang termasuk dalam scope seperti gateway, DHCP, NAT, basic firewall, bandwidth management, load balancing atau failover. Tingkat konfigurasi menyesuaikan topology dan kebutuhan jaringan.
Bisa apabila perangkat jaringan mendukung dan kebutuhan project memerlukannya. VLAN dapat digunakan untuk membantu memisahkan kelompok pengguna atau perangkat, sedangkan guest network dapat dipisahkan dari jaringan internal.
Fiber optic dapat digunakan untuk kebutuhan backbone, koneksi antar lantai, antar gedung atau jalur tertentu. Metode, perangkat dan terminasi ditentukan berdasarkan kondisi serta desain project.
Bisa. Pekerjaan dapat meliputi troubleshooting LAN, crimping ulang, pemeriksaan switch atau router, perapihan rack, labeling, penambahan titik dan penataan jalur kabel existing.
Durasi bergantung pada jumlah titik, panjang jalur, kondisi bangunan, jumlah lantai, perangkat dan kompleksitas konfigurasi. Estimasi waktu pengerjaan dapat diberikan setelah kebutuhan dan kondisi lokasi diketahui.
Mulai dari survey dan pemetaan kebutuhan. Kirim informasi lokasi, jumlah perangkat, kebutuhan titik atau kondisi jaringan existing agar kebutuhan LAN, WiFi, router, switch, rack maupun backbone dapat dipetakan terlebih dahulu.
